Pemeriksa Kode Status HTTP
Pemeriksa kode status HTTP online gratis. Segera periksa kode status 200, 400, 401, 403, 500, dan lainnya untuk situs web mana pun — satu per satu atau secara massal.
Cara Menggunakan Pemeriksa Kode Status HTTP
Pemeriksaan Kode Status Situs Web Tunggal
- 1 Masukkan satu URL di area teks
- 2 Selesaikan verifikasi reCAPTCHA
- 3 Klik "Periksa Kode Status HTTP" untuk menjalankan pemeriksa kode status situs web
- 4 Lihat kode status HTTP (200, 301, 400, 401, 403, 500...) beserta data kinerja dan SEO
Pemeriksa Kode Status Massal
- 1 Masukkan beberapa URL (satu per baris, maksimal 10) untuk memeriksa kode status secara massal
- 2 Selesaikan verifikasi reCAPTCHA
- 3 Klik "Periksa Kode Status HTTP" untuk menjalankan pemeriksa kode status massal
- 4 Ekspor semua hasil kode status ke CSV untuk analisis lebih lanjut
Apa yang Dilakukan Pemeriksa Kode Status HTTP Ini
Analisis Kode Status HTTP
- Periksa kode status 200 (OK) — halaman dapat diakses
- Deteksi kesalahan kode status 400 (Permintaan Buruk).
- Identifikasi kode status 401 dan 403 (Tidak Sah / Terlarang)
- Tandai masalah kode status 500 (Kesalahan Server Internal).
- Lacak rantai pengalihan (301, 302) ke URL final
Fitur Pemeriksa Kode Status Situs Web
- Pemeriksa kode status massal — hingga 10 URL sekaligus
- Pengukuran waktu respons per URL
- Validasi sertifikat SSL
- Ekstraksi metadata SEO (judul, deskripsi meta)
- Ekspor hasil kode status ke CSV
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kode status HTTP adalah angka 3 digit yang dikembalikan oleh server web untuk menunjukkan hasil permintaan. Kode status yang umum mencakup: kode status 200 (OK — halaman berhasil dimuat), kode status 301/302 (pengalihan), kode status 400 (Permintaan Buruk), kode status 401 (Tidak Sah), kode status 403 (Terlarang), dan kode status 500 (Kesalahan Server Internal).
Kode status 200 berarti permintaan berhasil — server mengembalikan halaman tanpa kesalahan apa pun. Ini adalah kode status ideal untuk URL apa pun yang ingin Anda indeks oleh mesin pencari. Gunakan pemeriksa kode status 200 ini untuk mengonfirmasi bahwa semua halaman penting Anda mengembalikan respons HTTP yang benar.
Kode status 401 (Tidak Sah) berarti permintaan memerlukan otentikasi — pengguna harus masuk untuk mengakses sumber daya. Kode status 403 (Terlarang) berarti server memahami permintaan tersebut tetapi menolak untuk mengotorisasinya, bahkan dengan kredensial yang valid. Keduanya menunjukkan pembatasan akses dan dapat mempengaruhi SEO jika diterapkan pada halaman yang seharusnya tersedia untuk umum.
Kode status 400 (Permintaan Buruk) adalah kesalahan sisi klien — biasanya ini berarti format URL salah atau server tidak dapat menafsirkan permintaan. Kode status 500 (Internal Server Error) adalah kesalahan sisi server yang menunjukkan ada yang tidak beres di server. Keduanya harus segera diperbaiki karena mencegah pengguna (dan bot mesin pencari) mengakses halaman tersebut.
Pemeriksa kode status massal kami mendukung hingga 10 URL per batch. Cukup tempelkan satu URL per baris dan klik "Periksa Kode Status HTTP". Untuk daftar yang lebih besar, bagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 10 orang. Anda juga dapat mengekspor semua hasil kode status ke CSV untuk analisis lebih lanjut.
Menggunakan pemeriksa kode status http online sangat penting untuk audit SEO. Halaman rusak yang mengembalikan kode status 400, 401, 403, atau 500 dapat merusak peringkat dan pengalaman pengguna Anda. Pemeriksa kode status situs web membantu Anda dengan cepat mengidentifikasi URL mana yang sehat (kode status 200), mana yang mengalihkan, dan mana yang memiliki kesalahan — sehingga Anda dapat memperbaiki masalah sebelum berdampak pada kinerja penelusuran Anda.
Pemeriksa Kode Status HTTP
Segera periksa kode status HTTP apa pun — 200, 301, 400, 401, 403, 500, dan lainnya — untuk URL situs web apa pun.
Pemeriksa Kode Status Massal
Periksa kode status hingga 10 URL sekaligus dengan pemeriksa kode status massal kami dan ekspor hasilnya ke CSV.
Kode Status Situs Web + Data SEO
Selain kode status, pemeriksa kode status situs web ini juga mengekstrak judul halaman, deskripsi meta, status SSL, dan waktu respons.